Jumat, 03 Agustus 2012

PROFIL BKM MAKMUR CEPOKOSAWIT

1.     Gambaran Umum
A.    Latar Belakang Pembentukan BKM
Kebutuhan masyarakat terhadap adanya organisasi masyarakat warga yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur yang dimotori oleh pemimpin yang mempunyai kriteria yang sudah ditetapkan oleh masyarakat sebagai jawaban dari hasil analisa kelembagaan dan refleksi kepemimpinan yang sudah dilaksanakan dalam siklus Pemetaan Swadaya.
Organisasi masyarakat warga yang dibangun bisa berbentuk paguyuban atau perhimpunan yang mempunyai ciri-ciri:
a.       Adanya kesetaraan dimana komunitas terbentuk sebagai himpunan warga yang setara di suatu kelurahan.
b.     Setiap anggota atau warga berhimpun secara proaktif, yaitu telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum bertindak , karena adanya ikatan kesamaan (commond bond ), seperti kepentingan, persoalan, tujuan, dsb
c.       Tiap anggota atau warga berhimpun secara sukarela, bukan karena terpaksa
d.      Membangun semangat saling percaya
e.       Bekerjasama dalam kemitraan
f.       Secara damai memperjuangkan berbagai hal, termasuk dalam hal ini menanggulangi kemiskinan
g.      Selalu menghargai keragaman dan dan hak azasi manusia sebagai dasar membangun sinergi
h.      Menjunjung nilai-nilai demokrasi dalam setiap keputusan yang diambil dan secara intensif melakukan musyawarah
i.       Selalu mempertahankan otonomi atau kemerdekaan dari bebagai pengaruh kepentingan
j.        Mampu bekerja secara mandiri
Posisi organisasi masyarakat warga:
a.       Di luar institusi pemerintah
b.      Di luar institusi militer
c.       Di luar institusi agama
d.      Di luar institusi pekerjaan atau usaha
e.       Di luar institusi keluarga
Organisai Masyarakat Warga ( paguyuban atau perhimpunan ) tersebut dipimpin oleh pemimpin kolektif, yang beranggotakan antara 9 sampai 11 orang. Lembaga Kepemimpinan Kolektif ini secara generik diberi nama ’BKM/LKM ’. Kriteria pemimpin kolektif ini ditentukan oleh masyarakat yang dilakukan dalam refleksi kepemimpinan.

Tahapan pembentukan ’BKM’/LKM , yaitu:
§  Membentuk panitia pemilihan yang dipilih oleh warga masyarakat. Panitia menyusun mekanisme pemilihan yang akan dipilih di kelurahan/desa setempat. Proses pemilihan anggota BKM/LKM adalah rahasia, tanpa pencalonan dan tanpa kampanye.Setiap warga dewasa pada masyarakat setempat menuliskan beberapa nama yang menurut mereka memenuhi kriteria yang telah disepakati, artinya anggota BKM/LKM yang dipilih adalah yang merefresentasikan nilai-nilai luhur , bukan atas dasar keterwakilan wilayah, agama, ras, golongan, dan lain sebagainya.
§  Mekanisme pemilihan dilakukan berjenjang dari RT, RW, Kelurahan/Desa berdasarkan pada kohesifitas ( keakraban-hubungan sosial ) di antara warga masyarakat setempat. (mekanisme pemilihan dapat dilihat pada ’Buku Panduan Pembentukan BKM/LKM ).
§  Membentuk Tim Perumus untuk menyusun draft AD/ART BKM/LKM . Draft AD/ART yang sudah disusun kemudian diuji publik dengan cara melakukan rembug-rembug dengan komunitas-komunitas di kelurahan/desa setempat. Langkah selanjutnya draft yang sudah diperbaiki berdasarkan hasil uji publik dibahas dan disahkan pada rembug warga tingkat kelurahan/desa pada saat pemilihan anggota BKM/LKM tingkat kelurahan/Desa.
§  Setiap warga kelurahan/desa setempat berhak sebagai pemilih
BKM Makmur dibentuk melalui Rembug Pembentukan BKM pada tanggal 12 November tahun 2007 yang dihadiri oleh 65 orang. Dalam rembug tersebut dibahas dan disepakati Visi, Misi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar BKM dan anggota BKM.
Dalam rembug tersebut juga terpilih 13 orang sebagai anggota Pimpinan Kolektif BKM yang terdiri dari 7 pria dan 6 wanita dengan profesi dan latar belakang antara lain swasta, tani, wira usaha, pensiunan, PNS dan wiraswasta.
Koordinator BKM dipilih melalui voting tertutup oleh para anggota BKM terpilih secara periodic (bergantian) karena setiap anggota BKM memiliki peluang yang sama sebagai Koordinator BKM. Saat ini Koordinator BKM dipegang oleh  Surawan S.Pd. BKM ini diaktanotariskan pada tanggal  04 Desember tahun 2007 dengan nomor Akta 02 Tanggal 04 Desember 2007.
Selanjutnya BKM memfasilitasi Rembug Penyepakatan dan Penetapan Perencanaaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) untuk masa berlaku 3 tahun dan Rencana Tahunan Program Penanggulangan Kemiskinan (Renta Pronangkis) untuk jangka waktu satu tahunan. Adapun PJM Pronangkis disepakati pada tanggal  12  bulan November tahun 2007.
Dalam perjalanannya BKM melakukan kegiatan yang melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Tim Review Partisipatif dengan tujuan :

1.      Menumbuhkan semangat dan proses pembelajaran dari pengalaman anggota BKM dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi
2.      Memperkuat implementasi nilai-nilai universal, jujur,keterbukaan,partisipasi,demokrasi dan tanggung gugat BKM sebagai pemegang mandat dari masyarakat untuk memotori dan mendorong penanggulangan kemiskinan di Kelurahan/Desa secara mandiri dan berkelanjutan
3.      Terwujudnya komitmen bersama ( BKM , masyarakat dan Pemdes ) untuk menanggulangi masalah kemiskinan secara mandiri dan berkelanjutan
4.      Seluruh pemangku kepentingan dapat mengetahui kinerja BKM sesuai yang digariskan dalam AD/ART
5.      Menilai Capaian Rencana Tahunan maupun Program Jangka Menengah
6.      Menilai mutu/kualitas produk yang dihasilkan ( fisik/non fisik ) dari kegiatan yang dilaksanakan oleh KSM/Panitai
7.      Menilai kinerja keuangan sekretarist BKM,UPK sesuai dengan indikator kinerja yang ditetapkan


Hasil yang diharapkan dengan adanya Tinjauan Partisipatif oleh masyarakat dan BKM adalah :

                                                              i.      Internalisasi siklus kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Kelurahan/Desa oleh anggota BKM,relawan dan pemangku kepentingan lainnya
                                                            ii.      Informasi kinerja organisasi BKM utamanya dalam penerapan nilai-nilai universal       ( jujur,tanpa pamrih,adil,demokrasi dan transparansi )
                                                          iii.      Informasi capaian pelaksanaan PJM dan atau Renta Pronangkis
                                                          iv.      Program kerja BKM tahun berikutnya termasuk rencana perbaikan kinerja BKM
                                                            v.      Laporan keuangan yang telah disetujui

Kalau melihat perjalanan BKM selama kepengurusan untuk 2007 – 2009 , BKM Makmur Cepokosawit telah melakukan pemilihan ulang anggota BKM , hal ini diperoleh dari hasil tinjauan partisipatif Kelembagaan yang merekomendasikan bahwa perlu kiranya dilakukan pemilu ulang anggota BKM periode 2009 – 2011. BKM Makmur melalui rembug panitia pemilihan melalakukan sosialisasi tingkat basis ( 12 RT ) guna memberikan pemahaman kepada anggota masyarakat untuk menyampaikan utusan warga dengan mempertimbangkan nilai-nilai universal kemanusiaan yang nantinya akan dibawa dalam rembug pemilihan anggota BKM tingkat Desa. Yang mana  pemilihan ulang anggota BKM melalui Rembug Pemilihan anggota BKM pada tanggal 20 Desember 2009 yang dihadiri oleh 53 orang. Dalam rembug tersebut dibahas dan disepakati Anggaran Dasar BKM dan Anggaran Rumah Tangga BKM.
Dalam rembug tersebut juga terpilih 13 orang sebagai anggota Pimpinan Kolektif BKM yang terdiri dari 9 pria dan 4 wanita dengan profesi dan latar belakang antara lain swasta, tani, wira usaha, pensiunan, PNS dan wiraswasta.
Koordinator BKM dipilih melalui voting tertutup oleh para anggota BKM terpilih secara periodic (bergantian) karena setiap anggota BKM memiliki peluang yang sama sebagai Koordinator BKM. Saat ini Koordinator BKM dipegang oleh  Surawan S.Pd. BKM ini diaktanotariskan pada tanggal  04 Desember tahun 2007 dengan nomor Akta 02 Tanggal 04 Desember 2007 dan pada saat ini masih proses pencatatan ulang ke Notaris.
Untuk Review Kelembagaan( melihat kondisi capaian secara kelembagaan apakah masih dalam kondisi awal atau berdaya serta sudah dalam kategori mandiri akan tetapi penilaian perkembangan BKM Makmur masih dalam kategori Berdaya setelah dilakukan review kelembagaan ) ,Review Program ( Dilakukan untuk melihat apakah program atau usulan kegiatan yang dilaksanakan oleh KSM sudah sesuai dengan apa yang tertuang dalam Renta 3 tahunan dalam PJM Pronangkis ) dan Review Keuangan ( Kondisi pencatatan dan pembukuan oleh UPK dan sekretaris sesuai dengan bukti-bukti yang ada serta dicatatkan tepat waktu dan khususnya ekonomi perguliran apakah pemanfaatnya adalah daftar PS2 serta kinerja pembukuan UPK sesuai dengan indikator kinerja ( LAR,PAR,ROI,CCr ) dan kinerja Sekretaris dalam kondisi MEMADAI) , dimana kegiatan itu dilaksanakan untuk melihat,mengevaluasi kegiatan yang sudah difasilitasi dan dilaksanakan oleh KSM Lingkungan, Sosial dan Ekonomi.


B.     Visi dan Misi BKM
a.      Visi
Terwujudnya warga desa Cepokosawit sebagai desa yang sejahtera dan makmur yang berlandaskan pada IPTEK dan IMTAQ.
 
b.      Misi
a)      Pendapatan masyarakat miskin melalui penyediaan permodalan dan pelatihan keterampilan berusaha.
b)      Menyediakan sarana dan prasarana dasar pendukkung kegiatan ekonomi, sosial dan budaya.
c)      Ikatan dan kepedulian sosial masyarakat terhadap anggota masyarakat lainnya yang sangat membutuhkan.
d)     Kualitas SDM melalui pendidikan fomal dan non formal.
e)      Menggali SDA yang ada serta pengolahan yang seoptimal mungkin.
f)       Kualitas kesehatan warga yang menjadi baik

C.    Organisasi BKM
1.      BKM ini bersifat otonom, tidak berafiliasi ke pihak manapun baik partai, golongan, suku, agama dan pemerintah, karenanya tiap kebijakan yang diambil BKM tidak diintervensi atau dipengaruhi pihak manapun juga.
2.      BKM saling mengkoordinasikan kegiatannya dengan pihak-pihak lain, baik swasta maupun pemerintah khususnya program kegiatan penanggulangan kemiskinan.
3.      BKM bertanggungjawab kepada Rembug Warga yang dilakukan  minimal satu tahun sekali.
4.      Penyampaian pertanggungjawaban kegiatan dilakukan didalam musyawarah rembug warga yang disebut Rembug Warga Tahunan (RWT)
5.      Tata cara pelaksanaan Rembug Warga Tahunan (RWT) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

D.    Fungsi dan Tugas BKM
  Dalam masalah penanggulangan kemiskinan BKM berfungsi sebagai pusat pengambilan keputusan yang adil dan demokratis, pusat pengendalian pembangunan, sarana informasi dan komunikasi serta pusat Advokasi Integrasi kebutuhan program masyarakat dengan kebijakan atau program pemerintah setempat. Sebagai motor penggerak dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai universal di masyarakat sebagai  upaya penanggulangan kemiskinan yang dijalankan oleh masyarakat mandiri dan berkelanjutan, mulai dari proses penentuan kebutuhan, pengambilan keputusan, proses penyusunan program, pelaksanaan program hingga pemanfaatan dan pemeliharaan

Senin, 30 Januari 2012

CACING TANAH

kami memilih cacing tanah karena mereka tidak merasa melakukan pekerjaan, tetapi dampak dari aktifitasnya sangat bagus